Aplikasi Micro Piezo 20 Tahun Dirayakan

MATSUMOTO, KOMPAS.com – Tuntutan presisi dan penghematan penggunaan tinta mesin cetak atau printer komputer dijawab perusahaan Epson dari Jepang dengan metode Micro Piezo. Epson merupakan perusahaan pengembang metode tersebut yang pertama kali, dan kini merayakan aplikasinya selama 20 tahun.

“Micro Piezo adalah pengembangan sistem kontrol pada tangki tinta. Ini sejalan dengan penghematan tinta, maupun penghematan pada sistem energi dengan Micro Piezo yang juga memungkinkan dikembangkan lebih lanjut pada bidang-bidang lain di masa-masa mendatang,” kata Koichi Endo, salah satu pionir pengembangan metode Micro Piezo untuk Epson, Jumat (26/11/2010) di Matsumoto, Jepang.

Pengembangan Micro Piezo dimulai pada 1990, menurut Endo, bisa pula untuk bidang medis dan yang lainnya. Presisi dan akurasi seperti untuk pen gobatan penyakit tertentu membutuhkan sistem kontrol yang memungkinkan dapat ditempuh dengan metode Micro Piezo. Micro Piezo kini juga banyak dikembangkan untuk produksi televisi layar tipis.

Pengembangan mesin cetak komputer oleh perusahaan lainnya, menuruut Endo, selama ini menggunakan sistem thermal atau pemanasan. Pada prinsipnya, sistem pemanasan memungkinkan print head mengatur pengeluaran tinta sesuai pola warna yang diinginkan.

“Micro Piezo akan lebih efisien mengatur tinta yang dikeluarkan,” kata Endo.

Endo saat ini menjabat Chairman Epson Singapore PTE LTD, sekaligus membawahi anak perusahaan Epson di beberapa n egara meliputi Indonesia, India, Thailand, Malaysia, dan Filipina. Secara khusus, Epson merancang kebutuhan printer di Indonesia dengan menyesuaikan karakter masyarakat Indonesia yang menginginkan harga printer murah dengan tinta isi ulang.

“Sejak Oktober 2010 telah diluncurkan produk printer L100 dan L200 untuk menjawab kebutuhan konsumen di Indonesia,” kata Endo.

Reduksi Emisi Presiden Seiko Epson Corporation Minoru Usui memaparkan, pengembangan teknologi mesin cetak computer oleh Epson, yaitu perusahaan yang didiri kan korporasi Seiko, itu sudah dimulai sejak 1968. Saat itu masih dikembangkan teknologi printer dot matrix hingga pada 1993 mulai diganti dengan Micro Piezo hingga sekarang .

“Metode Micro Piezo terus dikembangkan untuk mencapai komitmen Epson mereduksi emisi 90 persen dari setiap layanan produksinya pada 2050 nanti,” kata Usui.

Chief Operating Officer Imaging and Information Operations Division Epson Motonori Okumura menyebutkan, di Indonesia produksi mesin cetak Epson pada tahun 2009 mencapai 6 juta unit. Pada 2012 diproyeksikan peningkatan kapasitas mencapai 13 juta unit per tahun di Cikarang, Jawa Barat, sedangkan untuk produksi tinta Epson di Batam .

“Ini pemenuhan tuntutan kebutuhan konsumen, setelah diciptakan rancangan khusus printer produk Epson satu-satunya di dunia yang dapat diisi ulang hanya di Indonesia,” kata Okumura.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: